![]() |
| Para pelayat membawa peti Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, selama pemakamannya di Teheran. (Kantor berita Fars via AFP) |
Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (4/7/2026), pemerintah Iran mengusung slogan "Kita Harus Bangkit" sebagai tema utama peringatan nasional. Bendera merah yang dalam tradisi Islam Syiah melambangkan kemartiran sekaligus pembalasan terlihat menghiasi berbagai lokasi upacara.
Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei dibawa menggunakan truk menuju kompleks Grand Mosalla dan ditempatkan di atas panggung utama yang dilindungi kaca. Peti jenazah diselimuti bendera dan dijaga ketat oleh personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sementara ribuan pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Masih menurut laporan Al Jazeera, pengamanan diberlakukan secara ketat di seluruh kawasan upacara. Kendaraan lapis baja, senapan mesin berat, penembak jitu, serta pemeriksaan terhadap seluruh pelayat dilakukan untuk menjaga keamanan selama prosesi berlangsung. Sejumlah barang elektronik seperti power bank, earphone, dan korek api turut disita oleh petugas keamanan.
Media pemerintah Iran menayangkan kerumunan massa yang meneriakkan slogan "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel" di sejumlah lokasi di Teheran. Seorang pelayat bernama Fatemeh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rakyat Iran siap melanjutkan perjuangan Republik Islam di bawah kepemimpinan baru.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei, yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi setelah wafatnya sang ayah, tidak menghadiri prosesi pemakaman karena alasan keamanan.
![]() |
| Peringatan tersebut telah menarik ribuan orang dari seluruh Teheran untuk berduka atas meninggalnya Khamenei (Murad Sezer/Reuters) |
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari. Jenazah Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan akan diarak melintasi Teheran sebelum dibawa melewati sejumlah kota suci Syiah, termasuk Qom, Najaf, dan Karbala, kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad, Iran timur laut.
![]() |
| Bendera merah, yang dikaitkan dengan kemartiran dalam Islam Syiah dan membawa pesan-pesan keagamaan, dibawa oleh para pelayat (Maziar Motamedi/Al Jazeera) |
Al Jazeera melaporkan, militer Iran juga mengeluarkan peringatan terhadap kemungkinan ancaman selama prosesi berlangsung dan menegaskan akan merespons setiap tindakan yang dinilai mengganggu jalannya upacara pemakaman nasional. (*)


