Berlayar Bersama Perahu Saruma : Untuk Ekonomi Baru Menuju Seyum Halmahera Selatan

Editor: Admin

Momentum HUT ke-23 menjadi titik tolak penguatan ekonomi daerah berbasis agromaritim dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Oleh: Achmad Dijanto Sajuti

BACAN, 9 Juni 2026 - Semangat “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan” yang menjadi tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi titik tolak lahirnya kolaborasi besar untuk membangun sumber-sumber ekonomi baru yang mampu memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Bumi Saruma.

Gagasan ini lahir setelah mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang diawali dengan Rapat Paripurna DPRD pada 8 Juni 2026 di Gedung Paripurna Saruma. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD, Hj. Salma Samad, tersebut dihadiri Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Al-Baqir Syah beserta perangkat Kesultanan Bacan, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah Abdilla Kamarullah bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan OPD, perwakilan perbankan, insan pers, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.

Rapat paripurna tersebut dilanjutkan dengan pidato Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, sebelum akhirnya ditutup oleh Wakil Ketua DPRD Muslim H. Rakib.

Peringatan HUT kemudian berlanjut pada 9 Juni 2026 melalui upacara resmi pemerintah daerah yang dirangkaikan dengan pembukaan berbagai kegiatan. Acara tersebut diisi dengan laporan panitia, sambutan perwakilan perbankan, serta pidato Wakil Bupati Halmahera Selatan. Dari rangkaian kegiatan inilah muncul sebuah refleksi tentang pentingnya membangun ekonomi baru melalui semangat kebersamaan yang diibaratkan sebagai pelayaran bersama dalam "Perahu Saruma".

Antusiasme masyarakat yang tinggi selama pelaksanaan HUT ke-23 memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal. Pelaku UMKM, pedagang kaki lima, usaha kuliner, jasa transportasi hingga penginapan merasakan langsung peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.

Keberhasilan penyelenggaraan HUT ini membuktikan bahwa ruang-ruang publik yang dikelola dengan baik dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, semangat tema *“Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”* perlu diterjemahkan dalam langkah konkret melalui penataan kawasan publik secara lebih terencana.

Pemerintah daerah perlu mulai memperkuat pengelolaan fasilitas umum, menata kawasan perdagangan rakyat, mengatur sistem parkir, serta menerapkan regulasi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kawasan publik tidak hanya hidup saat ada kegiatan besar, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah daerah perlu mendorong lahirnya kalender event tahunan yang tersusun secara terencana dan berkelanjutan. HUT ke-23 Halmahera Selatan telah menunjukkan bahwa sebuah kegiatan yang dikemas dengan baik mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dalam berbagai sambutan yang disampaikan pada Rapat Paripurna maupun pembukaan rangkaian kegiatan HUT, baik oleh pimpinan DPRD, Ketua Panitia yang juga Sekretaris Daerah, perwakilan perbankan, maupun Wakil Bupati, tersirat pesan yang sama bahwa sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, Forkopimda, Kesultanan Bacan, paguyuban, perbankan, pihak swasta, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama pembangunan daerah.

Sinergi tersebut harus mampu menjadi aset produktif yang menghasilkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat kemandirian ekonomi Halmahera Selatan di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Untuk memastikan seluruh potensi daerah dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Perusahaan Umum Daerah (Perusda) diharapkan menjadi instrumen strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan aset-aset ekonomi daerah.

Perusda harus tampil sebagai motor penggerak ekonomi daerah dengan membangun kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan kawasan publik, pengembangan sentra UMKM dan kuliner, pengelolaan parkir, penyelenggaraan event daerah, pengembangan destinasi wisata, hingga pengelolaan potensi sumber daya alam seperti batu Bacan yang telah dikenal luas.

Di sisi lain, Halmahera Selatan memiliki identitas kuat sebagai daerah agromaritim. Karena itu, Perusda juga perlu mengambil peran dalam mengembangkan sektor perikanan, kelautan, pertanian, dan perkebunan melalui sistem pemasaran yang lebih modern, penguatan jaringan distribusi, serta pembukaan akses investasi yang lebih luas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan percepatan kebijakan pembangunan agromaritim terpadu yang berbasis hilirisasi sehingga nilai tambah dari setiap komoditas dapat dinikmati oleh masyarakat daerah.

Momentum HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan harus menjadi penanda bahwa daerah ini mulai membangun fondasi ekonomi baru yang bertumpu pada kekuatan dan potensi daerah sendiri. Dengan demikian, Halmahera Selatan tidak hanya bergantung pada sumber-sumber pendapatan konvensional, tetapi mampu menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, Perusda, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Hanya dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh komponen daerah dapat berlayar bersama dalam Perahu Saruma menuju cita-cita besar mewujudkan 

“Senyum Halmahera Selatan yang Adil, Maju, dan Berkelanjutan Berbasis Agromaritim dalam Bingkai Saruma Penuh Berkah.”

Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23.  Bosabua Kita Arat, Bafaraq Kita Narampak



Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com