Momentum Idul Adha dimaknai sebagai sarana menumbuhkan keikhlasan, kepedulian, dan semangat memperbaiki diri bagi warga binaan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi di lingkungan pemasyarakatan. Tidak hanya sebagai pelaksanaan ibadah, kurban juga menjadi sarana pembinaan yang menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan gotong royong kepada warga binaan.
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Lapas Kelas III Labuha menyembelih sebanyak lima ekor hewan kurban yang terdiri dari dua ekor sapi dan tiga ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan oleh panitia kurban bersama petugas Lapas dengan melibatkan warga binaan sejak tahap persiapan, penyembelihan, hingga pengemasan dan pendistribusian daging kurban.
Sebelum kegiatan berlangsung, panitia dan petugas terlebih dahulu mendapatkan pengarahan guna memastikan seluruh rangkaian penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Dengan pengawasan petugas pengamanan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sebagian daging kurban dimasak dan dinikmati bersama oleh petugas dan warga binaan. Momen tersebut menjadi simbol keharmonisan yang terus dibangun dalam lingkungan pemasyarakatan, sekaligus mempererat hubungan antar sesama melalui semangat berbagi dan rasa syukur.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk merenungkan kembali makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Menurutnya, ibadah kurban mengajarkan manusia untuk mengendalikan ego, memperkuat rasa syukur, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan perlu terus ditanamkan kepada seluruh warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan kurban tidak hanya bertujuan membagikan daging kepada mereka yang berhak menerima, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Melalui keterlibatan warga binaan dalam seluruh proses kegiatan, diharapkan tumbuh rasa tanggung jawab, kebersamaan, gotong royong, serta kesadaran untuk saling membantu dan berbagi.
"Harapan kami, momentum Idul Adha ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Semoga nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian yang terkandung dalam ibadah kurban dapat tertanam dalam diri seluruh warga binaan, sehingga kelak mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT," pungkasnya.
Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban di Lapas Kelas III Labuha berakhir dengan aman dan lancar. Melalui momentum Idul Adha, Lapas berharap nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, tetapi juga menjadi bekal pembinaan yang mampu menumbuhkan harapan serta perubahan positif bagi warga binaan di masa mendatang. (*)
Penulis : Idham
Editor : Idham Hasan

