KA-KAMMI Malut Gelar Bukber: “Sadar Surga dan Sadar Kaya”

Editor: Admin

Imran Guricci Tekankan Takwa sebagai Fondasi Rezeki dan Kesuksesan Usaha

Foto istimewa
TERNATE,- Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dan hati-hati kaum muslimin diliputi semangat takwa, Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) Provinsi Maluku Utara menggelar buka puasa bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan diskusi kewirausahaan di SS Home Resto Ternate, Minggu (1/3/2026).

Mengusung tema“Sadar Surga dan Sadar Kaya”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ruang tadabbur dan penguatan visi hidup sebagai muslim yang utuh menjadikan akhirat sebagai tujuan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi sebagai bentuk ikhtiar dunia.

Hadir sebagai pemateri, Imran Guricci, alumni KAMMI sekaligus pengusaha muda Maluku Utara, mengajak para alumni untuk memaknai kekayaan dalam perspektif iman dan takwa. Acara dimulai pukul 17.30–18.30 WIT dengan sesi diskusi, dilanjutkan buka puasa bersama, serta kultum menjelang Magrib.

Dalam pemaparannya, Imran menegaskan bahwa kesadaran akan surga dan kekayaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan dalam kehidupan seorang muslim, terutama dalam dunia usaha.

“Kesadaran akan surga menjadi fondasi moral dan spiritual dalam berbisnis. Sementara kesadaran akan kaya adalah dorongan untuk mandiri secara ekonomi, kuat secara finansial, dan mampu memberi manfaat lebih luas bagi umat,” ujarnya.

Ia menguatkan pesannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

  وَمَنْ يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍۢ قَدْرًۭا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS. At-Talaq: 2–3)

Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan utama dalam membangun mindset pengusaha muslim. Ketakwaan adalah kunci terbukanya solusi dan pintu rezeki. Dalam konteks usaha, takwa berarti menjaga kejujuran, profesionalitas, serta menjauhi praktik yang merugikan orang lain.

“Membangun bisnis tidak cukup hanya dengan strategi dan modal. Yang paling utama adalah takwa dan tawakal. Jika itu dijaga, Allah sendiri yang akan membuka jalan dan mencukupkan,” tegas mantan Ketua KAMMI Universitas Khairun Ternate itu.

Kegiatan ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma sebagai momentum ruhiyah sekaligus konsolidasi ekonomi, mempererat ukhuwah dan meneguhkan komitmen alumni KA-KAMMI Malut untuk tumbuh sebagai pengusaha yang berkarakter, berintegritas, dan berorientasi akhirat.

Melalui semangat “Sadar Surga dan Sadar Kaya”, para alumni diharapkan mampu membangun kekuatan ekonomi umat yang berlandaskan takwa, sehingga setiap langkah usaha tidak hanya bernilai dunia, tetapi juga menjadi investasi menuju surga Allah SWT. (*) 


Editor | Idham Hasan.  


Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com