Ternate – Koalisi Trisakti resmi mendaftarkan Arjun Onga sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara dalam momentum Konferensi DPD GMNI GMNI Maluku Utara yang digelar di Ternate.
Pendaftaran tersebut dilakukan oleh Liaison Officer (LO) Arjun Onga, Jainal Barmawi, yang hadir mewakili tiga cabang pendukung, yakni GMNI Ternate, Morotai, dan Sula. Kehadiran tiga cabang tersebut menandai langkah awal konsolidasi Koalisi Trisakti dalam menghadapi kontestasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Jainal Barmawi menegaskan bahwa pendaftaran ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk keseriusan koalisi dalam mendorong perubahan di tubuh GMNI Maluku Utara.
“Koalisi Trisakti resmi mendaftarkan kandidat kami, Arjun Onga. Ini adalah komitmen politik dan ideologis kami untuk menghadirkan kepemimpinan yang progresif dan mampu menyatukan seluruh potensi kader di Maluku Utara,” ujar Jainal.
Menurut Jainal, keputusan mengusung Arjun Onga telah melalui proses diskusi dan pertimbangan matang di internal koalisi. Ia menyebut Arjun dinilai memiliki kapasitas ideologis, pengalaman organisasi, serta kemampuan komunikasi yang mumpuni untuk menjawab tantangan organisasi ke depan.
“Kami tidak ingin memilih pemimpin hanya karena kedekatan emosional atau kepentingan sesaat. Kami melihat rekam jejak, konsistensi dalam proses kaderisasi, serta komitmen terhadap nilai-nilai Marhaenisme. Dari situ, kami sepakat bahwa Arjun adalah figur yang tepat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa konsolidasi internal masih terus berjalan. Koalisi Trisakti saat ini tengah membangun komunikasi intensif dengan cabang Halmahera Utara (Halut) serta dua cabang karateker, yakni Halmahera Barat (Halbar) dan Halmahera Selatan (Halsel), guna memperluas dukungan menjelang konferensi.
“Komunikasi terus kami bangun secara terbuka. Kami ingin konferensi ini berjalan demokratis dan penuh gagasan, bukan sekadar persaingan angka dukungan. Prinsip kami adalah merangkul, bukan memecah,” tegas Jainal.
Lebih lanjut, Jainal menilai Konferensi DPD GMNI Maluku Utara harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah gerak organisasi. Ia menyoroti pentingnya pembenahan sistem kaderisasi, penguatan soliditas antar-cabang, serta strategi gerakan yang lebih responsif terhadap persoalan daerah.
“Sudah waktunya kita melakukan refleksi. GMNI tidak boleh berjalan stagnan. Kita harus memperbaiki pola kaderisasi, memperkuat tradisi diskusi, dan memastikan setiap cabang merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa GMNI Maluku Utara perlu mengambil peran strategis dalam merespons isu-isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik di daerah. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kader GMNI harus punya keberanian bersikap, tetapi juga dibekali kemampuan analisis yang kuat. Gerakan tidak cukup hanya dengan retorika. Kita butuh kajian, data, dan advokasi yang terukur agar GMNI benar-benar diperhitungkan,” kata Jainal.
Meski optimistis dengan dukungan tiga cabang yang telah menyatakan sikap, Jainal tetap mengajak seluruh kader menjaga suasana konferensi agar tetap kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi. Namun setelah konferensi selesai, kita semua harus kembali dalam satu barisan. Siapa pun yang terpilih nanti, itulah ketua kita bersama. GMNI Maluku Utara lebih besar dari kepentingan individu atau kelompok,” tuturnya.
Konferensi DPD GMNI Maluku Utara merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah. Selain membahas evaluasi program kerja, agenda utama dalam forum tersebut adalah pemilihan ketua definitif untuk periode kepengurusan mendatang.
Dengan konsolidasi yang terus diperluas dan dukungan yang mulai menguat, Koalisi Trisakti menyatakan siap bertarung secara demokratis dalam konferensi tersebut demi membawa arah baru bagi GMNI Maluku Utara. (red/tim)
