DPD GMNI Maluku Utara Kecam Dugaan Intimidasi Security PT TBP terhadap Ketua GMNI Halsel

Editor: Admin

 

Foto istimewa 

SOFIFI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, Arjun Onga, mengecam keras dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oknum security PT Trimegah Bangun Persada (TBP) terhadap Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan, Munawir Nandar, saat aksi demonstrasi di Labuha, Sabtu (7/3).

Aksi demonstrasi yang digelar Koalisi Pemerhati Masyarakat Pulau Obi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan penyerobotan lahan kebun milik warga Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, oleh perusahaan yang merupakan bagian dari Harita Group.

Menurut Arjun Onga, tindakan intimidatif yang diduga dilakukan oleh oknum pengaman perusahaan terhadap pimpinan organisasi mahasiswa tersebut merupakan sikap yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi mencederai prinsip demokrasi serta kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

“DPD GMNI Maluku Utara mengecam keras tindakan oknum security PT Trimegah Bangun Persada yang diduga melakukan intimidasi terhadap Ketua GMNI Halmahera Selatan saat menyampaikan aspirasi masyarakat,” tegas Arjun Onga dalam keterangannya, Minggu (8/3).

Arjun menjelaskan, berdasarkan kronologis yang diterima pihaknya, insiden tersebut bermula saat massa aksi membakar ban bekas sebagai bentuk protes di depan kantor perusahaan di Labuha. Tidak lama kemudian, sejumlah karyawan perusahaan berupaya memadamkan api menggunakan selang air.

Situasi tersebut memicu ketegangan ketika Ketua GMNI Halmahera Selatan, Munawir Nandar, meminta agar api tidak dipadamkan karena pembakaran ban merupakan bagian dari ekspresi protes massa.

Namun dalam situasi tersebut, seorang oknum security perusahaan yang diketahui berinisial R diduga mendekati Munawir dan melakukan tindakan mendorong serta melontarkan ancaman.

Menurut Arjun, tindakan tersebut tidak hanya mencederai etika pengamanan perusahaan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum karena mengandung unsur intimidasi terhadap warga negara yang sedang menyampaikan aspirasi secara damai.

“Perusahaan seharusnya mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menghadapi aksi masyarakat, bukan justru melakukan tindakan intimidatif yang memperkeruh situasi di lapangan,” ujarnya.

Arjun juga meminta manajemen PT Trimegah Bangun Persada dan Harita Group untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan internal serta memberikan klarifikasi terbuka kepada publik atas insiden tersebut.

Selain itu, ia menegaskan bahwa GMNI Maluku Utara akan mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk jika diperlukan melalui jalur hukum.

“Kami mendesak pihak perusahaan untuk bertanggung jawab dan mengevaluasi oknum pengaman yang terlibat. Jika terbukti ada tindakan intimidasi, maka proses hukum harus ditegakkan,” tegasnya.

DPD GMNI Maluku Utara, lanjut Arjun, juga menyatakan solidaritas penuh terhadap GMNI Halmahera Selatan dan masyarakat Pulau Obi yang sedang memperjuangkan hak-haknya.

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak akan mundur dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta menolak segala bentuk intimidasi terhadap gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“GMNI akan selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk tekanan maupun intimidasi,” pungkas Arjun.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com