Bantuan sosial dan santunan kedukaan jadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah.
Labuha, LUGOpost.id- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus memperkuat program bantuan sosial bagi masyarakat. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda, Pemkab menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari bantuan mahasiswa akhir studi,santunan kedukaan,PABN, PMBN, hingga bantuan operasional pengobatan bagi warga kurang mampu.
Kepala Bagian Kesra Setda Halmahera Selatan, Yudi Eka Prasetia, menjelaskan bahwa seluruh program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat dengan kebutuhan berbeda, baik yang sifatnya terencana maupun darurat.
“Ada bansos terencana dan bansos tidak terencana. Untuk program seperti bantuan mahasiswa akhir studi, itu termasuk yang terencana karena pengajuannya dilakukan jauh-jauh hari lewat proposal,” ujar Yudi saat dikonfirmasi media ini Rabu, (05/11/2025).
Menurutnya, bantuan mahasiswa akhir studi diberikan kepada mahasiswa asal Halmahera Selatan yang sedang menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi, tesis, maupun penelitian. Tujuannya membantu meringankan biaya yang kerap menjadi kendala di tahap akhir perkuliahan.
Sementara itu, bantuan seperti santunan kedukaan atau bantuan pengobatan termasuk kategori tidak terencana karena sifatnya mendadak.
“Kalau orang meninggal dunia atau jatuh sakit, itu kan tidak bisa direncanakan. Jadi pemerintah hadir cepat untuk membantu,” jelas Yudi.
Program Santunan Kedukaan sendiri menjadi salah satu yang paling dirasakan masyarakat. Sejak diluncurkan, program ini disambut antusias karena dinilai sangat membantu keluarga yang sedang berduka.
“Bantuan ini tidak besar, tapi sangat berarti. Saya sendiri pernah ikut menyerahkan langsung ke rumah duka, dan terasa betul harunya. Pemerintah hadir bukan hanya secara administratif, tapi dengan empati,” ujarnya.
Untuk mendapatkan bantuan kedukaan, syarat yang diperlukan cukup sederhana, yakni KTP,KK, Surat Kematian, dan Surat Keterangan Tidak Mampu.
Pihak Kesra akan menyalurkan langsung untuk warga dalam kota, sedangkan bagi warga di luar wilayah Labuha, bantuan diserahkan melalui aparatur desa setempat.
Yudi menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi keuangan daerah, program sosial seperti ini tetap perlu dipertahankan.
“Harapannya, program-program yang benar-benar menyentuh masyarakat seperti ini bisa terus diprioritaskan karena manfaatnya nyata di lapangan,” pungkasnya.(*)
Editor | Idham Hasan.


