Pernyataan ini disampaikan Helmi saat menghadiri rapat paripurna DPRD dalam agenda penyampaian jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD, khususnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pada Senin (8/7).
“Konsep agromaritim bukan sekadar pendekatan sektoral, melainkan strategi pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya alam-baik daratan maupun lautan-untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi produk unggulan lokal,” ujar Helmi kepada wartawan usai paripurna.
Lebih lanjut, Helmi menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menerapkan strategi perwilayahan komoditas dalam pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Setiap kecamatan akan difokuskan pada komoditas unggulan berbasis potensi wilayah secara spasial, guna mendorong efisiensi produksi dan pertumbuhan ekonomi kawasan secara merata.
Sementara untuk sektor perikanan, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan potensi kelautan secara menyeluruh di seluruh wilayah Halmahera Selatan. Hasil identifikasi itu akan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan perikanan yang terintegrasi dengan sektor darat. Pendekatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan lokal.
“Sektor agromaritim adalah identitas dan kekuatan budaya masyarakat Halmahera Selatan. Ini bagian dari kehidupan turun-temurun masyarakat kita. Karena itu, kita tidak bisa terus bergantung pada sektor ekstraktif yang memiliki batas waktu. Saatnya membangun sektor riil yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” tandas Helmi. (Idham)
