Halmahera Selatan – Hujan deras yang mengguyur Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (22/3) malam, menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan malam ke-22 Ramadan, membuat warga cemas dan khawatir akan kemungkinan terburuk.
Salah satu warga terdampak, Gain Sadik, mengungkapkan bahwa hujan mulai turun sejak pukul 19.00 WIT, tepat setelah salat Tarawih. Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menyebabkan air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 01.00 WIT dini hari.
“Hujan ini mulai turun setelah Tarawih dan sangat deras. Sekitar jam satu dini hari, tiba-tiba banjir melanda rumah saya dan rumah warga lainnya,” ujar Gain saat diwawancarai, Sabtu (22/3).
Hingga pagi ini, curah hujan masih terus terjadi, dan banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sejumlah warga pun memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami takut jika hujan tidak berhenti dan banjir semakin tinggi. Apalagi ini terjadi di malam hari, jadi situasinya lebih mengkhawatirkan. Semoga tidak ada kejadian buruk yang menimpa kami,” harap Gain dengan cemas.
Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat
Darto Karim, warga lainnya, mengaku telah mengungsi bersama keluarganya ke rumah saudara yang tidak terdampak banjir. Menurutnya, kondisi saat ini cukup sulit karena banjir masih bertahan, dan mereka belum tahu harus berbuat apa.
“Kami sudah mengungsi ke rumah sepupu karena banjir belum surut. Kami hanya bisa berdoa agar hujan segera berhenti dan banjir ini cepat surut,” tuturnya.
Hal serupa juga dialami oleh Ito, warga Jojame lainnya, yang terpaksa menyelamatkan keluarganya ke rumah kerabat. Rumahnya sendiri masih terendam banjir dengan ketinggian air hampir satu meter.
“Seisi rumah saya sudah dipenuhi air. Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu kami menghadapi musibah ini,” ujar Ito dengan nada sedih.
Puluhan Rumah Terendam, Warga Cemas
Menurut laporan warga, hingga saat ini sudah ada puluhan rumah yang terendam banjir. Kondisi ini membuat warga semakin waspada dan khawatir, terutama karena hujan masih terus turun.
Meskipun belum ada informasi resmi mengenai kerugian yang dialami warga akibat banjir ini, mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera memberikan bantuan dan solusi untuk mengatasi bencana ini.
Situasi di Desa Jojame hingga saat ini masih belum stabil. Warga berharap hujan segera reda dan banjir bisa surut agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman. (Idham)

