Maluku Utara – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Halsel, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi 29 warga yang terjebak banjir di Desa Sayoang dan Desa Bori, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Sabtu (22/3). Upaya penyelamatan ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga tentang kondisi darurat akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Peristiwa ini bermula pada Jumat (21/3) sekitar pukul 15.00 WIT, ketika seorang warga bernama Erik bersama istrinya, Wasadia, dan kedua anaknya pergi ke kebun untuk menjemur kelapa di Desa Sayoang. Namun, hujan deras yang mengguyur menyebabkan debit air meningkat secara drastis. Pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 18.00 WIT, Erik menghubungi keluarganya dan mengabarkan bahwa mereka tidak bisa pulang karena terjebak banjir di sekitar jembatan penghubung antara Desa Sayoang dan Desa Bori. Dalam kondisi darurat, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di atas pohon.
Mendengar kabar tersebut, keluarga Erik segera melaporkan kejadian itu ke Unit Siaga SAR Halsel dan meminta bantuan evakuasi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan bahwa tim rescue langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan truk personel, membawa perahu karet serta peralatan evakuasi untuk menyelamatkan para korban.
Ketika tim SAR tiba di perbatasan Desa Sayoang dan Desa Bori, mereka mendapatkan informasi tambahan bahwa ada 19 warga lainnya yang juga terjebak di jalur menuju lokasi kejadian. Tim SAR gabungan segera berupaya mengevakuasi mereka terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik utama di mana Erik dan keluarganya terjebak.
Pada pukul 00.20 WIT, tim akhirnya tiba di lokasi kejadian dan mulai melakukan evakuasi terhadap korban. Proses penyelamatan sempat mengalami kendala karena hujan lebat yang terus turun, serta debit air yang semakin tinggi. Awalnya, laporan menyebutkan ada empat orang yang perlu dievakuasi, namun setelah tiba di lokasi, tim menemukan enam orang lainnya yang juga terjebak banjir, sehingga total korban yang harus diselamatkan menjadi sepuluh orang.
Setelah upaya penyelamatan yang cukup menantang, pada pukul 01.30 WIT seluruh korban berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Dari total 29 orang yang diselamatkan, 7 di antaranya dalam kondisi sehat, sementara 3 orang mengalami gejala hipotermia dan segera diberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Puskesmas Babang untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Unit Siaga SAR Halsel, Polairud Res Halsel, Pos TNI AL Bacan, BPBD Halsel, serta masyarakat setempat yang turut membantu dalam proses evakuasi.
Berhasilnya penyelamatan ini menunjukkan kerja sama yang solid antara berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Dengan upaya sigap dan koordinasi yang baik, nyawa puluhan warga yang terjebak banjir dapat diselamatkan.

