Sultan Bacan Serukan Pentingnya Kesehatan Mental dan Menjaga Lisan dalam Tausiyah Ramadhan

Editor: Admin
Labuha, Maluku Utara – Semarak Ramadhan semakin terasa di Kota Labuha. Setiap malam, umat Muslim memadati masjid-masjid untuk menunaikan salat Tarawih, memperbanyak ibadah, dan mendengarkan tausiyah yang penuh hikmah. Salah satu momen yang berkesan terjadi di Masjid Alkhairat Labuha, saat Yang Mulia Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Sjah, menyampaikan tausiyah yang menggugah hati setelah salat Tarawih.  

Labuha, Maluku Utara – Semarak Ramadhan semakin terasa di Kota Labuha. Setiap malam, umat Muslim memadati masjid-masjid untuk menunaikan salat Tarawih, memperbanyak ibadah, dan mendengarkan tausiyah yang penuh hikmah. Salah satu momen yang berkesan terjadi di Masjid Alkhairat Labuha, saat Yang Mulia Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Sjah, menyampaikan tausiyah yang menggugah hati setelah salat Tarawih.  

Dalam ceramahnya, Sultan Bacan menyoroti sebuah peristiwa yang terjadi pada pagi harinya di Masjid Sultan. Ia mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut, terutama dalam menjaga kesehatan mental anak-anak, guru, dan masyarakat secara luas.  

"Kejadian tadi pagi di Masjid Sultan harus kita jadikan pelajaran besar, terutama dalam memperhatikan kesehatan mental anak-anak, murid, guru-guru, dan masyarakat di sekitar kita," tegas Sultan Bacan di hadapan para jemaah.  

Meneladani Ajaran Leluhur: Jaga Lisan, Jaga Harmoni 

Selain itu, Sultan Bacan juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk meneladani ajaran para leluhur (Tete Tu), yang selalu menekankan pentingnya berkata baik dan menghindari ucapan yang dapat menyakiti orang lain.  

Dengan nada penuh kebijaksanaan, ia menceritakan kisah inspiratif tentang bagaimana para leluhur mengajarkan cara mengendalikan diri, bahkan dengan simbol sederhana seperti menggigit plastik agar lebih berhati-hati dalam berbicara.  

"Menjaga lisan adalah bagian dari adab yang diwariskan para leluhur kita. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam, bahkan jika perlu menggigit plastik sebagai bentuk pengendalian diri," ujarnya.  

Sultan Bacan menutup tausiyahnya dengan harapan agar seluruh masyarakat semakin kuat dalam keimanan dan semakin yakin kepada Qadha dan Qadar Allah SWT.  

 Tausiyah yang Menggugah Kesadaran Sosial  

Tausiyah ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar tentang ibadah ritual semata, tetapi juga tentang membangun kesadaran sosial, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan menciptakan kedamaian dalam masyarakat.  

Pesan Sultan Bacan malam itu mengundang refleksi mendalam bagi para jemaah yang hadir. Di tengah bulan yang penuh berkah ini, beliau mengajak seluruh umat Muslim di Labuha untuk lebih peduli terhadap sesama dan selalu menjaga adab dalam berinteraksi.  

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menahan diri dari perkataan yang tidak bermanfaat. Sebuah pelajaran berharga yang layak direnungkan di bulan penuh rahmat ini.  (Idham)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com