Enam Tahun Pasca Gempa, Infrastruktur Desa Jibubu Masih Terbengkalai

Editor: Admin

 

Kepala Desa Jibubu, Rahman Ismail, 

Labuha, Maluku Utara– Enam tahun setelah gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang Desa Jibubu, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 2019, sejumlah infrastruktur vital di desa tersebut masih belum tersentuh pembangunan. Padahal, bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum, seperti swering, drainase, masjid, pelabuhan, bak air bersih, serta Puskesmas Pembantu (Pustu).  

Kepala Desa Jibubu, Rahman Ismail, mengungkapkan bahwa beberapa infrastruktur telah mengalami perbaikan, seperti gereja yang dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) pada 2023. Selain itu, jembatan telah dibangun pada 2016, sementara ruang tunggu dan gapura desa selesai dikerjakan pada 2017 melalui Dana Desa (DD). Namun, hingga saat ini, sejumlah fasilitas lain yang sangat dibutuhkan warga masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.  

Foto tanggul terbengkalai 

"Yang belum dibangun hingga saat ini adalah bak air bersih, Pustu, masjid, dan drainase. Kami sebenarnya ingin membangun, tetapi keterbatasan Dana Desa menjadi kendala utama," ujar Rahman Ismail.  

Menurutnya, alokasi Dana Desa untuk Jibubu sangat terbatas, sementara kebutuhan infrastruktur di desa masih banyak yang harus diprioritaskan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini, sehingga pembangunan infrastruktur yang rusak akibat gempa 2019 dapat segera direalisasikan.  

Foto tanggul terbengkalai 

Warga Desa Jibubu pun menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah agar pembangunan yang tertunda selama enam tahun ini dapat segera diselesaikan, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal. (Idham)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com