Kontroversi Seleksi PPPK di SD Gita, Dua Nama Lolos Tanpa Pengabdian

Editor: Admin

 

Gita, Maluku Utara– Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah Dasar (SD) Gita, Kecamatan Oba, Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara, menuai kontroversi. Dua peserta seleksi, Sartika Thaib dan Ruslanti Thaib, diduga lolos tanpa pernah mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Gita, Maluku Utara– Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah Dasar (SD) Gita, Kecamatan Oba, Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara, menuai kontroversi. Dua peserta seleksi, Sartika Thaib dan Ruslanti Thaib, diduga lolos tanpa pernah mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Menurut Risfan Hasan, kedua nama tersebut diketahui merupakan karyawan aktif di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Namun, secara mengejutkan, mereka dinyatakan lolos seleksi administrasi PPPK dan berhak mengikuti tes.

“Saudari Sartika Thaib dan Ruslanti Thaib tidak pernah bertugas sebagai guru, tetapi nama mereka muncul dalam daftar peserta yang lolos seleksi administrasi. Sementara itu, Nurlia, seorang tenaga pengajar yang telah mengabdi selama satu tahun enam bulan di sekolah tersebut, tidak dapat mengikuti seleksi karena syarat minimal pengabdian adalah dua tahun,” ujar Risfan Hasan kepada media ini Kamis, (20/02/2025) 

Ketidakadilan ini memicu reaksi warga yang merasa keberatan dengan proses seleksi yang dianggap tidak transparan. Mereka bahkan memasang spanduk protes di lingkungan sekolah sebagai bentuk ketidakpuasan atas keputusan tersebut.

Warga berharap agar pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan instansi berwenang, segera menindaklanjuti dugaan kecurangan ini dan memastikan bahwa proses seleksi PPPK berjalan dengan adil dan transparan. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com