TEKAD Latih 20 Perempuan Nurweda Olah Sagu Jadi Brownies Crispy dan Bagea

Editor: Admin
Sebanyak 20 perempuan di Desa Nurweda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, mengikuti pelatihan pembuatan brownies crispy dan kue bagea berbahan dasar sagu melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2026.

HALMAHERA TENGAH — Sebanyak 20 perempuan di Desa Nurweda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, mengikuti pelatihan pembuatan brownies crispy dan kue bagea berbahan dasar sagu melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2026.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Oktober 2026, di Balai Desa Nurweda. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi perempuan desa.

Pelatihan tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) Desa Nurweda Tahun 2025 yang berfokus pada pengolahan sagu menjadi produk pangan tradisional.

Selama ini, sagu masyarakat lebih banyak dijual dalam bentuk mentah atau diolah menjadi papeda dan sagu lempeng. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong mengembangkan produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

Foto Istimewa

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Nurweda, Sardin Syafi’i. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha.

Sardin menyampaikan apresiasi kepada Program TEKAD atas dukungan terhadap pengembangan potensi unggulan desa. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung kegiatan peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ir. Yusnaini, S.Pt., M.P., IPM., dari Universitas Khairun Ternate serta Sabilul Huda, S.ST., Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Halmahera Tengah.

Yusnaini memberikan materi dan pendampingan teknis pengolahan sagu menjadi produk pangan yang inovatif dan berkualitas. Sementara itu, Sabilul memberikan pemahaman mengenai pengembangan UMKM agar keterampilan produksi peserta dapat diarahkan menjadi usaha produktif.

Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi Program TEKAD Halmahera Tengah, Adam Basirun, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah potensi pangan lokal di tingkat desa.

Menurut Adam, pengembangan ekonomi desa perlu didorong melalui pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai jual, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.

Ia berharap peserta dapat mengembangkan usaha olahan sagu secara mandiri maupun berkelompok. Keberlanjutan usaha tersebut diharapkan membuka peluang kerja dan menambah pendapatan keluarga.

Kegiatan ditutup oleh Amir Hasyim, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Tengah, yang juga bertugas sebagai Tim Pelaksana Kabupaten Program TEKAD.

Dalam sambutan penutupan, Amir meminta peserta menindaklanjuti pelatihan melalui praktik produksi dan pengembangan usaha. Ia menilai manfaat kegiatan akan lebih besar apabila keterampilan yang diperoleh diterapkan secara berkelanjutan.

foto istimewah

Dukungan serupa disampaikan Fasilitator Kecamatan Weda Program TEKAD, Hidayat Syarif. Ia berharap pendampingan dapat terus dikembangkan, terutama untuk membantu peserta melanjutkan produksi dan memperluas pemasaran.

Melalui kerja sama pemerintah desa, perangkat daerah, perguruan tinggi, dan fasilitator TEKAD, brownies crispy serta kue bagea berbahan sagu diharapkan berkembang menjadi produk unggulan Desa Nurweda.

Pengembangan tersebut membutuhkan konsistensi produksi, kualitas dan kebersihan pangan, kemasan yang menarik, serta akses pemasaran agar hasil pelatihan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com