Panen 2,5 Ton Tomat di Tengah Kemarau, Petani TEKAD Wairoro Indah Pasok Pasar Lingkar Tambang

Editor: Admin
Musim kemarau panjang tidak menghentikan aktivitas pertanian di Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Petani binaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) berhasil memanen sekitar 2,5 ton tomat yang dipasarkan ke kawasan lingkar tambang.

HALMAHERA TENGAH — Musim kemarau panjang tidak menghentikan aktivitas pertanian di Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Petani binaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) berhasil memanen sekitar 2,5 ton tomat yang dipasarkan ke kawasan lingkar tambang.

Hasil panen tersebut dipasok ke lapak penjualan dan pasar di sekitar kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kecamatan Weda Tengah. Akses pasar ini membuka peluang bagi petani desa untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperoleh pendapatan dari hasil budidaya.

Dua petani pengelola tanaman tomat, Demi dan Trobus, menjelaskan bahwa mereka menerapkan pergiliran tanaman untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan. Lahan yang sebelumnya ditanami semangka dimanfaatkan sementara untuk budidaya tomat.

Setelah panen tomat selesai, keduanya berencana mengolah kembali lahan tersebut untuk menanam semangka atau melon. Pergiliran komoditas menjadi bagian dari strategi mereka agar kegiatan produksi tetap berjalan dan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman.

Di tengah tantangan kemarau, hasil panen ini memperlihatkan peluang pengembangan hortikultura di Wairoro Indah. Namun, keberlanjutan budidaya tetap membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan kondisi tanah, ketersediaan air, pengendalian hama, serta kebutuhan pasar.

Kegiatan panen turut dihadiri Fasilitator Kabupaten Program TEKAD Halmahera Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, bersama Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana Idrus dan Harmiyatati.

Kehadiran para fasilitator menjadi bagian dari pendampingan pengembangan usaha produktif masyarakat desa. Pendampingan tersebut mencakup penguatan kapasitas petani, identifikasi kendala usaha, serta pengembangan akses pemasaran hasil pertanian.

Koordinasi antara petani dan fasilitator juga diperlukan untuk menyelaraskan siklus tanam dengan peluang pasar. Dengan demikian, pengembangan usaha tidak berhenti pada pencapaian jumlah panen, tetapi berlanjut pada pengelolaan biaya, kualitas produk, dan kesinambungan penjualan.

Melalui Program TEKAD, RITD Wairoro Indah diharapkan menjadi ruang belajar dan pengembangan inovasi pertanian bagi masyarakat. Pengalaman budidaya tomat, semangka, dan melon dapat menjadi bekal bagi petani untuk mengelola potensi lahan secara lebih terencana.

Panen sekitar 2,5 ton tomat ini menjadi capaian petani Wairoro Indah dalam mempertahankan kegiatan produksi di tengah kemarau. Dukungan pendampingan dan hubungan pemasaran yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat usaha hortikultura sebagai sumber pendapatan masyarakat desa.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com