![]() |
| foto istimewah |
HALMAHERA TENGAH – Tomat dan cabai hasil kebun warga Desa Lemba Asri kini membuka peluang usaha baru. Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2026, sebanyak 20 perempuan desa mengikuti pelatihan pembuatan saus tomat dan saus cabai untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan keluarga.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, pada 8–10 Oktober 2026, di Desa Lemba Asri, Kabupaten Halmahera Tengah. Peserta dibekali keterampilan mengolah bahan baku lokal menjadi produk yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan maupun usaha bersama.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pengembangan tanaman tomat dan cabai melalui Demonstrasi Plot (Demplot) Program TEKAD Tahun 2025. Melalui pelatihan ini, pengembangan potensi pertanian desa diperluas dari kegiatan budidaya menuju pengolahan hasil panen.
![]() |
| foto istimewah |
Dua akademisi Universitas Khairun Ternate, Dr. Ir. Yusnaini, S.Pt., MP., IPM., dan Indah Rodianawati, M.Sc., hadir sebagai narasumber. Keduanya memberikan materi sekaligus mendampingi peserta mempraktikkan tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan, penentuan takaran, pengolahan sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga pengemasan.
Melalui praktik langsung, peserta belajar bahwa pembuatan saus memerlukan ketelitian dalam setiap tahap. Kebersihan bahan dan peralatan, ketepatan takaran, serta proses pengolahan menjadi bagian penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, turut hadir mendukung pengembangan potensi tersebut. Pendampingan diarahkan agar hasil pertanian lokal dapat memberikan nilai tambah dan membuka ruang usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan desa.
![]() |
| foto istimewah produk saus |
Sementara itu, Fasilitator Pemasaran Kabupaten Halmahera Tengah, Rabani, mendukung pengembangan aspek pemasaran. Dukungan ini diharapkan membantu peserta membawa produk hasil pelatihan menuju kegiatan usaha yang memiliki pasar dan dapat menghasilkan pendapatan.
Kepala Desa Lemba Asri, Ambo Tenri, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menyampaikan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung pengembangan usaha berbasis hasil pertanian lokal, termasuk memfasilitasi rumah produksi dan pemasaran.
“Ini kesempatan bagi ibu-ibu untuk belajar. Pemerintah desa mendukung penuh kegiatan ini dan berharap usaha ini bisa terus dilanjutkan. Kami siap membantu memfasilitasi rumah produksi dan pemasaran apabila ibu-ibu terus bersemangat mengembangkan hasil tanaman tomat dan cabai menjadi produk baru,” ujarnya.
Menurut Ambo Tenri, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi langkah awal membangun usaha bersama. Dukungan pemerintah desa dan pendampingan Program TEKAD diharapkan dapat membantu peserta melanjutkan produksi secara berkelanjutan.
![]() |
| foto proses pembuatan |
Peluang usaha ini membutuhkan tindak lanjut setelah pelatihan selesai. Konsistensi kualitas, kebersihan produksi, kemasan yang menarik, dan pengembangan jaringan pemasaran menjadi bagian penting agar saus tomat dan saus cabai Lemba Asri mampu bersaing di pasar.
Melalui kerja sama pemerintah desa, fasilitator TEKAD, dan akademisi Universitas Khairun Ternate, hasil kebun warga diharapkan berkembang menjadi produk unggulan desa. Bagi 20 perempuan peserta pelatihan, keterampilan mengolah tomat dan cabai menjadi bekal awal untuk merintis usaha dan memperkuat ekonomi keluarga.


.jpeg)


