TERNATE — Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate kembali melaksanakan Manasik Haji Mandiri bagi calon jemaah haji tahun keberangkatan 1448 H/2027 M. Kegiatan minggu keenam tersebut berlangsung di Masjid Quba, Asrama Haji Transit Ternate, Kelurahan Ngade, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate, H. Fahmi Gunawan, S.E., M.H., bersama tim serta para calon jemaah haji Kota Ternate.
Pada pertemuan kali ini, calon jemaah menerima materi kesehatan yang disampaikan oleh dr. Hilda Safira. Materi difokuskan pada pentingnya pemeriksaan kesehatan, pengendalian penyakit, kepatuhan mengonsumsi obat, serta persiapan fisik sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji.
Dalam pemaparannya, dr. Hilda menjelaskan bahwa calon jemaah harus mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi berbagai gangguan, termasuk penyakit saluran pernapasan seperti bronkitis yang banyak ditemukan pada orang dengan kebiasaan merokok.
Meskipun penderita tidak selalu mengalami batuk atau keluhan berat, bronkitis tetap harus dikontrol secara rutin karena dapat mengalami eksaserbasi akut atau kekambuhan secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh kelelahan, perubahan cuaca, perbedaan lingkungan, debu, dan aktivitas fisik berlebihan.
Jemaah yang telah menjalani rangkaian pemeriksaan juga diminta menunggu hasil laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya. Setelah seluruh hasil tersedia, jemaah akan kembali ke fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter.
Dalam konsultasi tersebut, jemaah akan dilayani oleh tim dokter, di antaranya dr. Vera, dr. Rita, dr. Lita, serta dr. Linda Albar yang akan membantu proses pemeriksaan dan pendampingan. Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan, mencatat penyakit yang ditemukan, serta memberikan arahan penanganan sesuai kondisi masing-masing jemaah.
Catatan kesehatan tersebut perlu dibawa pulang dan disimpan dengan baik. Jika ditemukan penyakit tertentu, jemaah akan mendapatkan penjelasan mengenai obat yang harus disiapkan, pola pengobatan, dan bentuk pendampingan yang diperlukan hingga waktu keberangkatan.
“Jemaah yang telah didiagnosis memiliki penyakit tertentu harus mengingat dan mencatat penyakitnya, berkonsultasi dengan dokter, serta mengetahui obat yang wajib dibawa selama perjalanan,” jelas dr. Hilda.
Ia juga mengingatkan calon jemaah agar tidak menyimpan seluruh obat di dalam koper bagasi. Obat rutin dan obat darurat harus ditempatkan di tas kabin atau tas kecil yang mudah dijangkau, terutama selama perjalanan menuju embarkasi dan Arab Saudi.
Pengalaman pendampingan kesehatan menunjukkan masih terdapat jemaah berisiko tinggi yang lupa membawa atau belum mempersiapkan obat menjelang keberangkatan. Karena itu, keluarga juga diminta membantu memeriksa dan memastikan seluruh kebutuhan kesehatan jemaah telah tersedia.
Calon jemaah yang memiliki kebiasaan merokok turut diimbau mulai mengurangi hingga menghentikan kebiasaan tersebut. Merokok dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan dan meningkatkan risiko munculnya keluhan ketika jemaah menghadapi cuaca serta kondisi lingkungan yang berbeda di Arab Saudi.
Selain pemeriksaan di daerah asal, kondisi kesehatan jemaah akan kembali diperiksa di embarkasi sebelum diberangkatkan. Jemaah diharapkan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik agar kondisi tubuh tetap stabil saat menjalani pemeriksaan berikutnya.
Melalui Manasik Haji Mandiri minggu keenam ini, calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga semakin disiplin menjaga kesehatan. Kondisi fisik yang prima menjadi salah satu bekal utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan aman, lancar, dan khusyuk. (Humas Kemenhaj Kota Ternate)


