Didukung TEKAD, Poktan TEKAD Dorong Produksi Melon Wairoro Indah Tembus 38,35 Ton, Menuju Desa Tematik

Editor: Admin
WEDA SELATAN, HALMAHERA TENGAH — Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi melon di Kabupaten Halmahera Tengah. Selama delapan musim tanam, produksi melon Kelompok Tani Kopiska telah mencapai 38,35 ton atau 38.350 kilogram.

WEDA SELATAN, HALMAHERA TENGAH — Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi melon di Kabupaten Halmahera Tengah. Selama delapan musim tanam, produksi melon Kelompok Tani Kopiska telah mencapai 38,35 ton atau 38.350 kilogram.

Capaian tersebut disampaikan Fasilitator Kecamatan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Rukmana Idrus, setelah pelaksanaan panen musim tanam kedelapan di lahan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD), Sabtu, 26 September 2026.

Pada musim tanam kedelapan, Kelompok Tani Kopiska menghasilkan 1,2 ton melon yang terdiri atas 400 kilogram melon premium dan 800 kilogram rock melon. Panen ini menambah catatan keberhasilan kelompok dalam mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi.

Rukmana mengatakan capaian produksi selama delapan musim tanam tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh anggota kelompok. Pendampingan dan pengorganisasian kelompok terus dilakukan agar usaha budidaya melon dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pengelolaan tanaman dilakukan secara lebih cermat, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca kering akibat El Niño. Kelompok memanfaatkan sarana dan prasarana irigasi bantuan Program TEKAD untuk memenuhi kebutuhan air dan menjaga pertumbuhan tanaman.

“Walaupun musim El Niño menjadi tantangan bagi petani, kami tetap berusaha mengorganisasi kelompok agar dapat menjaga tanaman dengan baik. Setiap panen merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh anggota,” ujar Rukmana.

Keberhasilan Kelompok Tani Kopiska juga mendapat perhatian dari Fasilitator Kabupaten Bidang Monitoring dan Evaluasi Program TEKAD, Iksan Basri. Menurutnya, pengembangan melon di Wairoro Indah dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam menghadapi perubahan iklim.

Dengan pengelolaan yang tepat, pemilihan komoditas yang sesuai, penerapan teknologi, serta kerja sama kelompok yang kuat, kegiatan pertanian tetap dapat dijalankan meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Pengembangan melon tidak boleh berhenti pada kegiatan produksi dan panen. Komoditas ini harus dikembangkan menjadi ciri khas sekaligus produk unggulan Desa Wairoro Indah,” kata Iksan.

Menurutnya, budidaya melon memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan peluang usaha baru, dan memperluas jaringan pemasaran produk pertanian desa. Karena itu, fasilitator akan terus mendorong peningkatan kapasitas petani, penerapan inovasi pertanian, penguatan kelembagaan kelompok, serta perluasan akses pasar.

Capaian produksi sebanyak 38,35 ton menjadi modal penting bagi Wairoro Indah untuk menuju Desa Tematik melon. Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan melon bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai identitas ekonomi desa.

Ke depan, pengembangan melon dapat diarahkan pada peningkatan kualitas dan kontinuitas produksi, penguatan merek produk, pengemasan, promosi, serta kerja sama pemasaran dengan berbagai pihak. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang diperoleh tidak hanya dirasakan anggota kelompok, tetapi juga masyarakat Wairoro Indah secara lebih luas.

Implementasi Program TEKAD di Desa Wairoro Indah turut mendukung arah pembangunan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Pengembangan komoditas unggulan desa dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan swasembada pangan serta pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Melalui produksi yang telah mencapai 38,35 ton dalam delapan musim tanam, Wairoro Indah mulai menegaskan posisinya sebagai desa penghasil melon yang potensial. Dengan pendampingan dan pengelolaan berkelanjutan, desa tersebut berpeluang tumbuh menjadi sentra melon sekaligus model pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com