Didukung TEKAD, Poktan Kopiska Panen 1,2 Ton Melon di Tengah El Niño

Editor: Admin
WEDA SELATAN, HALMAHERA TENGAH — Kondisi cuaca kering akibat El Niño tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani Kopiska, Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, untuk terus mengembangkan budidaya melon. Pada musim tanam kedelapan, kelompok tersebut berhasil memanen 1,2 ton melon, Sabtu, 26 September 2026.

WEDA SELATAN, HALMAHERA TENGAH — Kondisi cuaca kering akibat El Niño tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani Kopiska, Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, untuk terus mengembangkan budidaya melon. Pada musim tanam kedelapan, kelompok tersebut berhasil memanen 1,2 ton melon, Sabtu, 26 September 2026.

Panen dilaksanakan di lahan usaha Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) yang dikembangkan melalui dukungan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun Anggaran 2025.

Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa keterbatasan air dan meningkatnya suhu udara tidak menjadi penghalang bagi petani untuk tetap produktif. Melalui pengelolaan tanaman yang tepat dan pemanfaatan sarana irigasi, kualitas buah melon yang dihasilkan tetap terjaga.

Anggota Kelompok Tani Kopiska, Irham Maruf, yang didampingi Kader Desa David Aprilianto, mengatakan hasil panen kali ini cukup menggembirakan meskipun belum menyamai produksi pada musim tanam sebelumnya.

“Panen hari ini mencapai 1,2 ton yang terdiri atas dua varietas. Melon premium berwarna kuning sebanyak 400 kilogram dan rock melon berwarna hijau sebanyak 800 kilogram,” ujar Irham.

Melon premium dipasarkan dengan harga Rp13.000 per kilogram sehingga menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp5,2 juta. Sementara itu, rock melon dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram dengan nilai penjualan sekitar Rp8 juta.

Secara keseluruhan, panen kedelapan tersebut menghasilkan potensi omzet sekitar Rp13,2 juta. Hasil ini memberikan harapan baru bagi peningkatan pendapatan anggota Kelompok Tani Kopiska.

Menurut Irham, melon yang dipanen memiliki ukuran dan kualitas yang baik. Hasil produksi tersebut langsung diserap oleh pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, serta sejumlah pedagang pengumpul di Kabupaten Halmahera Tengah.

Penyerapan hasil panen oleh pasar di luar wilayah Wairoro Indah menunjukkan bahwa melon produksi Kelompok Tani Kopiska memiliki peluang pemasaran yang menjanjikan. Kondisi tersebut juga membuka kesempatan bagi kelompok untuk meningkatkan kapasitas produksi pada musim tanam berikutnya.

Fasilitator Kecamatan Program TEKAD, Rukmana Idrus, mengatakan keberhasilan panen tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh anggota kelompok. Petani secara bersama-sama mengatur pemeliharaan tanaman dan pemanfaatan air selama menghadapi musim kering.

“Walaupun El Niño menjadi tantangan bagi petani, kami tetap berusaha mengorganisasi kelompok agar menjaga tanaman dengan sebaik mungkin. Panen ini merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh anggota Kelompok Tani Kopiska,” katanya.

Dukungan sarana dan prasarana irigasi dari Program TEKAD turut membantu petani memenuhi kebutuhan air tanaman. Pengelolaan air dilakukan secara lebih cermat agar tanaman melon tetap tumbuh dan menghasilkan buah berkualitas.

Keberhasilan panen 1,2 ton ini menegaskan bahwa inovasi, kerja sama kelompok, dan pendampingan yang berkelanjutan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan kondisi iklim.

Dari lahan RITD Wairoro Indah, Kelompok Tani Kopiska menunjukkan bahwa tantangan El Niño dapat dihadapi dengan pengelolaan pertanian yang tepat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.Berita 2 — Fokus Capaian TEKAD dan Desa Tematik. (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com