Dari Dapur ke Pasar, TEKAD Latih Warga Messa Kembangkan Sambal Roa Bernilai Jual

Editor: Admin

Sebanyak 20 warga Desa Messa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, mengikuti pelatihan teknis pengolahan sambal roa yang digelar melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Kamis–Sabtu, 17–19 September 2026.

HALTENG – Sebanyak 20 warga Desa Messa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, mengikuti pelatihan teknis pengolahan sambal roa yang digelar melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Kamis–Sabtu, 17–19 September 2026.

Pelatihan yang dipusatkan di Kantor Desa Messa tersebut didominasi kaum perempuan hingga sekitar 90 persen. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, higienitas, pengemasan, pelabelan, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sekaligus TPK Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Amir Hasyim.

Hadir pula Tim Monitoring dan Evaluasi Pusat Program TEKAD Mirzaria Shafira, Koordinator Wilayah Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah Katino, Kepala Desa Messa Damhar Salasa beserta perangkat desa, Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi Adam Basirun, serta Bagus selaku pelaksana kegiatan.

Amir Hasyim mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah sambal roa, tetapi juga memahami pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan usaha. Harapannya, keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat Desa Messa,” ujar Amir.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang memadukan aspek teori, teknologi pengolahan pangan, dan praktik pengembangan usaha.

Dr. Ir. Yusnaini, S.P., M.P., IPM dari Universitas Khairun Ternate memberikan materi mengenai potensi ikan roa sebagai bahan baku produk lokal, pemilihan dan penanganan bahan baku, higienitas dan sanitasi, teknik pengolahan yang aman, pengendalian mutu, serta pengemasan dan penyimpanan produk.

Selain menyampaikan teori, Yusnaini turut mendampingi peserta dalam demonstrasi dan praktik pengolahan. Pendampingan tersebut dilakukan agar peserta mampu menerapkan prinsip keamanan dan mutu pangan dalam proses produksi sambal roa.

Sementara itu, praktisi pertanian Wahyono Bachmid, S.P., M.P. membekali peserta dengan keterampilan produksi sambal roa, pengembangan cita rasa khas Desa Messa, pemanfaatan bahan baku lokal, pengemasan dan pelabelan, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran.

Dalam sesi praktik, peserta terlibat langsung dalam seluruh tahapan produksi hingga menghasilkan sambal roa yang siap dikemas dan dipasarkan.

Tim Monev Pusat Program TEKAD, Mirzaria Shafira, menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

“Kami berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius. Pengetahuan yang diperoleh harus dapat diterapkan untuk menghasilkan produk berkualitas, memiliki kemasan yang baik, dan mampu dipasarkan,” katanya.

Koordinator Wilayah Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Katino, berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menjadikan sambal roa sebagai produk unggulan Desa Messa.

“Peserta diharapkan mampu mengembangkan produk, menjaga kualitas, memperluas pemasaran, dan menjadikan sambal roa sebagai salah satu produk unggulan desa yang dikelola secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Foto istimewa 

Kepala Desa Messa, Damhar Salasa, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan karena membuka kesempatan bagi masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama tiga hari dapat terus dipraktikkan dan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta keluarga,” ujarnya.

Fasilitator Kabupaten Halmahera Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, menjelaskan bahwa pendampingan diarahkan agar peserta memahami seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan hingga pemasaran.

“Harapannya, peserta mampu menghasilkan sambal roa yang berkualitas, aman dikonsumsi, memiliki kemasan menarik, dan mempunyai nilai jual,” jelas Adam.

Kolaborasi antara pemerintah desa, Program TEKAD, pendamping, narasumber, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Produk sambal roa khas Desa Messa diharapkan berkembang menjadi usaha produktif yang mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mengangkat potensi pangan lokal Halmahera Tengah. (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com