Labuha, Maluku Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan memastikan bahwa sejumlah desa yang terdampak banjir masuk dalam skala prioritas untuk segera ditangani. Desa Jojame di Kecamatan Bacan Barat Utara menjadi salah satu wilayah yang dipastikan akan mendapatkan intervensi penanganan karena sering mengalami banjir akibat tingginya curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, menyatakan bahwa Desa Jojame telah masuk dalam pembahasan bersama Komisi III DPRD dan akan segera ditangani tahun ini. Ia menegaskan bahwa jika tidak ada kendala, aksi penanganan akan dilakukan setelah Lebaran.
"Desa Jojame akan ditangani tahun ini karena pembahasannya sudah selesai bersama Komisi III DPRD. Desa ini memang sering mengalami banjir setiap kali curah hujan tinggi, sehingga sudah menjadi perhatian utama kami. Insya Allah, jika tidak ada kendala, setelah Lebaran kami langsung melakukan aksi penanganan," ujar Aswin, Sabtu (23/03).
Selain Desa Jojame, BPBD juga menindaklanjuti dampak banjir di Desa Amasing Kali dan Desa Indomut di Kecamatan Bacan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah turun ke lapangan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Hasil identifikasi ini akan dilaporkan ke Komisi III DPRD dan Bupati untuk menjadi dasar pengusulan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).
BPBD berharap langkah penanganan dapat segera direalisasikan mengingat banjir yang terus berulang telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat di beberapa desa. (Red/tim)


