![]() |
| foto Istimewah |
Weda Selatan – Kabar menggembirakan datang dari
Desa Sumbersari, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah.
Demonstrasi Plot (Demplot) pertanian kembali mencatatkan hasil gemilang melalui
panen terong ke-7 yang berhasil menembus angka fantastis, yakni 2,5 ton atau
setara 2.500 kilogram. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan Program
Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dalam meningkatkan produktivitas
dan kesejahteraan petani lokal.
Ketua Demplot Desa Sumbersari, Bapak Arfan,
mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang terus meningkat dari waktu ke
waktu. Ia menjelaskan bahwa seluruh hasil panen kali ini telah terserap pasar
dengan baik.
“Pada panen ke-7 ini, total produksi mencapai
2.500 kilogram atau 2,5 ton. Alhamdulillah, seluruh hasil panen langsung
diambil oleh lapak dan pedagang dari kawasan industri IWIP dengan harga Rp7.000
per kilogram. Ini tentu sangat membantu meningkatkan pendapatan petani,” ujar
Arfan.
Lebih lanjut, Arfan menambahkan bahwa kelompok
tani tidak akan berhenti sampai di sini. Perawatan tanaman terus dilakukan
secara intensif guna menjaga kualitas dan kesinambungan produksi.
“Kami masih terus melakukan perawatan tanaman
secara rutin, mulai dari pemupukan, pengendalian hama, hingga pengairan. Dalam
beberapa hari ke depan, kami akan kembali melakukan panen berikutnya,”
tambahnya optimis.
Sementara itu, fasilitator Kecamatan Weda
Selatan, Ibu Rukmana dan Ibu Harmiyati, menegaskan komitmen mereka untuk terus
mendampingi para petani melalui edukasi dan fasilitasi yang berkelanjutan.
Menurut mereka, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara
petani dan pendamping program.
“Kami akan terus memberikan edukasi yang positif
kepada petani, mulai dari teknik budidaya yang baik hingga pengelolaan hasil
panen. Harapannya, petani tidak hanya berhenti pada satu siklus, tetapi terus
menanam kembali secara berkelanjutan,” jelas mereka.
Dukungan juga datang dari tingkat kabupaten.
Fasilitator Kabupaten Bidang Monitoring dan Evaluasi sekaligus Penjabat
Koordinator TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Bapak Iksan Basri, menekankan
pentingnya transformasi pola pikir petani menuju sistem pertanian modern.
![]() |
| foto istimewah |
“Petani harus bertransformasi dari pola
tradisional menjadi petani modern. Ini mencakup pengolahan lahan yang lebih
efektif, manajemen jadwal tanam yang terencana, hingga pengelolaan usaha tani
yang profesional. Jika semua ini dijalankan secara maksimal, maka output dari
Program TEKAD akan sangat menjanjikan bagi masa depan petani,” tegas Iksan.
Keberhasilan panen terong Demplot Sumbersari ini
tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi
inspirasi bagi desa-desa lain di Halmahera Tengah. Program TEKAD terbukti mampu
menjadi motor penggerak dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa melalui
sektor pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. (red/Tim)

