Dari Pengumpulan Hingga Pengolahan, BCL Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan Secara Aktif.

Editor: Admin

LABUHA, LUGOPOS- Barisan Cinta Lingkungan (BCL) Kabupaten Halmahera Selatan menggelar aksi bersih pantai pada Minggu (10/08), menyisir kawasan Taman Zero Point hingga Pantai Mongga di Desa Labuha, Kecamatan Bacan. Puluhan relawan terlibat dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua BCL Halsel, Haja Salma Samad, S.P.
LABUHA, LUGOPOS- Barisan Cinta Lingkungan (BCL) Kabupaten Halmahera Selatan menggelar aksi bersih pantai pada Minggu (10/08), menyisir kawasan Taman Zero Point hingga Pantai Mongga di Desa Labuha, Kecamatan Bacan. Puluhan relawan terlibat dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua BCL Halsel, Haja Salma Samad, S.P.

Dalam aksi tersebut, tim BCL berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik air mineral, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh material plastik yang mencemari kawasan pesisir.

“Kami temukan banyak sekali sampah plastik, botol minuman, dan limbah rumah tangga. Ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Haja Salma Samad di sela-sela kegiatan.

Tak hanya mengumpulkan dan membuang sampah, BCL juga melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik seperti botol dan plastik akan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan oleh para relawan.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi rutinitas sesaat. Kami mengedepankan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam setiap aksi. Sampah yang bisa diolah, akan kami manfaatkan kembali,” jelasnya.

BCL Halmahera Selatan sendiri merupakan organisasi yang baru berdiri sekitar satu bulan, namun telah menunjukkan konsistensi dan komitmen kuat dalam mengedukasi masyarakat soal pengelolaan lingkungan.

Foto istimewa
Sebagai Ketua DPRD Halmahera Selatan sekaligus Ketua BCL, Haja Salma Samad menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah tak cukup diserahkan kepada pemerintah atau komunitas relawan saja. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.

“Soal sampah ini, tidak bisa diselesaikan dengan aksi simbolis. Yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif. Setiap orang harus mulai bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan,” tegas politisi dari Daerah Pemilihan I itu.

Ia pun mendorong agar budaya bersih dan peduli lingkungan dibentuk sejak dini, termasuk melalui edukasi di sekolah dan komunitas pemuda. BCL, kata Salma, siap hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat.

“Kami akan masuk ke sekolah-sekolah, desa-desa, dan kelompok masyarakat. BCL ingin menanamkan bahwa menjaga lingkungan bukan beban, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Salma juga mengajak seluruh warga Halmahera Selatan untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, dan mendukung gerakan hijau di lingkungannya masing-masing.

“Kebersihan bukan hanya soal estetika, tapi juga menyangkut kesehatan, pariwisata, dan masa depan generasi kita. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” pungkasnya.

Aksi bersih pantai ini disambut antusias warga sekitar dan diharapkan dapat menjadi pemantik bagi munculnya gerakan-gerakan lingkungan lainnya di Halmahera Selatan. (Idham) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com