![]() |
| Foto istimewa |
Aksi itu dipicu karena selama empat bulan laporan masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan dana desa tidak pernah ditindaklanjuti. Bahkan Inspektorat berdalih tidak memiliki anggaran untuk melakukan audit ke Desa Tabalema
“Ini alasan yang tak masuk akal. Rakyat sudah bersuara, tapi Inspektorat bungkam. DPMD diam. DPRD juga hanya menonton. Semua tutup mata!” tegas Sardi, koordinator aksi.
Warga menyebut kepala desa Tabalema, Abidin Talib hanya tinggal di Labuha dan tidak pernah hadir di desa. Pelayanan publik lumpuh total, pembangunan mandek, dan program desa tidak berjalan. Namun hingga kini, tak satu pun langkah korektif diambil oleh lembaga pengawas.
“Kalau DPRD tidak bisa kawal rakyat, untuk apa mereka duduk di sana? Kalau Inspektorat dan DPMD takut tegur kades, lebih baik mundur!”seru Sardi di hadapan Gedung DPRD.
Massa mendesak Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Mucksin untuk segera mencopot Kepala Desa Tabaleme, sekaligus mengevaluasi Kepala Inspektorat Ilham Abubakar dan Kadis DPMD. Mereka menduga ada kongkalikong antara kades dan oknum lembaga pengawas.
“Sudah jelas ada pembiaran. Rakyat rugi, desa terbengkalai. Tapi yang punya kewenangan malah diam seribu bahasa,” lanjutnya.
Hingga berita ini di terbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD, Inspektorat, maupun DPMD atas tuntutan warga. (Red)
