![]() |
| Foto istimewa |
BACAN, LUGOPOST— Warga Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan kembali dibuat resah dengan banjir yang terus berulang setiap kali hujan mengguyur wilayah mereka. Lokasi yang terletak di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Habibi itu dinilai sangat rawan lantaran tidak memiliki saluran pembuangan air, ditambah lagi berada di zona resapan air.
Hujan mulai turun sejak pukul 21.00 WIT malam dan terus mengguyur hingga pagi ini, menyebabkan genangan air masuk ke dalam rumah-rumah warga. Tinggi air di dalam rumah mencapai 30 sentimeter, sedangkan di luar rumah genangan mencapai 60 sentimeter, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Salah satu warga, alan (38), menyampaikan kekesalannya karena banjir selalu masuk ke dalam rumah setiap kali hujan deras melanda.
“Barang-barang kami basah semua, kami tidak bisa tidur mulai dari malam. Kalau sudah hujan, kami di Labuha sudah pasti keluar rumah karena banjir pasti masuk. Setiap rumah warga pasti kena,” ujar alan kepada LUGOPOST, Minggu (22/6/2025).
Warga mendesak Pemerintah Daerah Halmahera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan konkret. Menurut mereka, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama namun tidak kunjung mendapat perhatian serius.
Tak hanya BPBD, mereka juga menyampaikan kekecewaan terhadap anggota DPRD dapil I, yang dinilai hanya duduk diam tanpa memperjuangkan kepentingan konstituennya.
“Kami sudah pernah usulkan saluran ini ke DPRD, bahkan berulang kali. Tapi tidak ada bukti sampai sekarang. Mereka tutup mata. Kami di sini menderita, mereka tidur enak,” tegas Alan.
Warga berharap Pemerintah Daerah tidak menunggu banjir lebih parah atau memakan korban jiwa baru bertindak. Mereka meminta agar infrastruktur saluran air segera dibangun untuk mengurangi dampak genangan air, khususnya di zona 1yang disebut paling terdampak.
“Tolong jangan biarkan kami terus-terusan begini. Ini bukan bencana baru, tapi bencana yang diabaikan,” pungkas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Halmahera Selatan maupun anggota DPRD dari dapil 1 belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga tersebut.(Idham)
